Rabu, 20 Maret 2013

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI


PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk
menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki
sistem yang telah ada.

1. Tim Pengembangan Sistem

Pengembangan sistem tentunya harus didukung oleh personalpersonal
yang kompeten di bidangnya. Suatu Tim biasanya terdiri dari :
1. Manajer Analis Sistem
2. Ketua Analis Sistem
3. Analis Sistem Senior
4. Analis Sistem Junior
5. Pemrogram Aplikasi Senior
6. Pemrogram Aplikasi Junior
Jumlah personil Tim di atas diperlukan apabila sistem yang akan
dikembangkan cukup besar. Apabila sistem yang akan dikembangkan kecil,
maka personilnya dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan.

2. Perlunya Pengembangan Sistem

Sistem lama yang perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena
beberapa hal :
1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem
yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :
􀂙 Ketidakberesan sistem yang lama
Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang
lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
􀂙 Pertumbuhan organisasi
Kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data
semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru
menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem yang
lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan
informasi yang dibutuhkan manajemen.
2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan
Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau
efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan

Pengembangan Sistem Informasi

2. rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatankesempatan
dan peluang-peluang pasar, sehingga teknologi informasi
perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat
mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh
manajemen.
3. Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah
Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksiinstruksi
dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya
peraturan pemerintah

Prinsip Pengembangan Sistem

Prinsip-prinsip pengembangan sistem, adalah :
1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen
2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar
Maka setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
- Semua alternatif yang ada harus diinvestigasikan
- Investasi yang terbaik harus bernilai
3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang baru dilakukan dalam proses
pengembangan sistem
5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut
6. Jangan takut membatalkan proyek
7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem

http://falcon832.startdedicated.com/oapi/getAd.jsp;jsessionid=D6EF1D04F865E0B26AE74FD038B143B3.falcon832
Tahapan-tahapan Pengembangan Sistem Informasi

Tahapan-tahapan Pengembangan Sistem Informasi
 – Daur Hidup Pengembangan Sistem.
– Tahap investigasi sistem informasi.
– Tahap analisis sistem informasi.
– Tahap perancangan sistem informasi.
– Tahap pembuatan sistem informasi.

Daur Hidup Pengembangan Sistem
Metode daur hidup ini terdiri dari beberapa tahapan proses, yaitu: yaitu tahap perencanaan, analisis, perancangan, penerapan, evaluasi, penggunaan dan pemeliharaan.

Tahap perencanaan sistem informasi
Pada tahap ini, tim pembuat sistem mencoba memahami permasalahan yang muncul dan mendefinisikannya secara rinci, kemudian membentuk tujuan pembuatan sistem dan mengidentifikasi kendala-kendalanya

Tahap ini menjadi sangat penting karena
1. Permasalahan yang sebenarnya didefinisikan dan diidentifikasi secara rinci.
2. Pembangunan SI harus diarahkan pada peningkatan keunggulan kompetitf.
3. Perubahan aliran informasi akan terjadi secara besar-besaran didalam organisasi.
4. Implementasi teknologi komputer akan membawa dampak bagi tenaga kerja didalam organisasi.

Peran manajemen dalam proses perencanaan
1. Memberi umpan balik dan membangun kerjasama antarindividu dan siapa saja yang terlibat baik langsung maupun tidak.
2. Manajer bertanggung jawab untuk membuat kesanggupan guna menyusun perencanaan SI berbasis komputer, dan jika saat tiba, maka para pengelola harus siap untuk mendukung implementasi rencana tersebut.

Tahap analisis sistem informasi
Pada tahap ini tim pembuat sistem akan menganalisis permasalahan lebih mendalam dengan menyusun suatu studi kelayakan

Menurut Mc. Leod terdapat 6 dimensi kelayakan
1. Kelayakan teknis
2. Pengembalian Teknis
3. Pengembalian Non-ekonomis
4. Hukum dan Etika
5. Operasional
6. Jadwal

Faktor-faktor pemodelan SI
1. Kelayakan organisasi
2. Memilih kelompok bisnis
3. Melihat kemingkinan-kemungkinan
4. Tingkat kompetisi produk harus dapat dideteksi dengan baik
5. Lingkungan operasional sistem
6. Sistem harga

Tahap perancangan sistem informasi
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam tahap perancangan, antara lain:
A. Kebutuhan perusahaan.
B. Kebutuhan operator.
C. Kebutuhan pemakai.
D. Kebutuhan teknis.

Tahap penerapan sistem informasi
Tahap ini merupakan kegiatan untuk mengimplementasikan rancangan yang telah disusun agar dapat diwujudkan. Proses implementasi untuk prosedur dalam teknologi komputer akan menggunakan bahasa komputer

Realisasi sistem pada tahap penerapan ini ditempuh dengan beberapa metode, antara lain:
1. Paket Aplikasi
2. Pengembangan oleh staf sendiri
3. Pengembangan yang dilakukan dengan kerjasama yang dilakukan dari pihak luar

Tahap evaluasi
Pada tahap ini dilakukan uji coba sistem yang telah selesai disusun.proses uji coba ini diperlukan untuk memastikan bahwa sistem tersebut sudah benar.Tahapan proses uji coba, antara lain:
a.Mengecek alur sistem secara keseluruhan
b.Melakukan penelusuran pada sampel data
c.pengecekan

Tahap penggunaan dan pemeliharaan
Pada tahap ini sistem telah diuji coba dan dinyatakan lolos dapat mulai digunakan untuk menangani prosedur bisnis yang sesungguhnya.
Pemeliharaan sistem secara rutin dapat meliputi penataan ulang database, memback-up dan scanning virus. Sementara itu pemeliharaan juga termasuk melakukan penyesuaian-penyesuaian untuk menjaga kemutakhiran sistem.

PERENCANAAN SISTEM

TAHAP PERENCANAAN SISTEM
• Menetapkan suatu kerangka kerja strategi menyeluruh untuk memenuhi kebutuhan
informasi pemakai
• Melibatkan Manajer senior, pemakai senior dan profesional sistem
• Proyek yang diusulkan dievaluasi dan dan diprioritaskan
• Alasan untuk melakukan perencanaan sistem :
− Dihubungkan dengan rencana bisnis
− Menghindari sejumlah kerugian
• Yang merencanakan sistem :
− Steering Committee (SC)􀃆 CIO, CEO, CFO dan Eksekutif Senior
− Tugas SC ; Merupakan penghubung antara tujuan bisnis dan sistem informasi
yang membantu untuk mencapai tujuan tersebut.
• Komponen Laporan :
− Komponen keseluruhan
Berhubungan dengan sumber daya yg akan diperoleh (3-5 tahun)
Meliputi : Personil baru, hardware, software, peralatan telekomunikasi, lokasi
komputer, keamanan
− Komponen Aplikasi
Suatu portfolio yang disetujui dari proposal proyek sistem
Secara luas menyatakan apa saja yang termasuk dalam komponen keseluruhan
• Hubungan dengan Analis Sistem
− Keduanya berhubungan dengan proses mendefinisikan kebutuhan pemakai
− Perbedaannya pada cakupan dan tahap rinci
• Pada perencanaan sistem, suatu sistem yang diusulkan harus layak dan mendukung
faktor strategik. Untuk menilai kedua kemungkinan tersebut maka harus diadakan
evaluasi terhadap faktor kelayakan TELOS dan faktor strategi PDM.

Analisis sistem
Analisis system didefinisikan sebagai penguraian dari suatu system informasi yang utuh ke dalam begian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mnegevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkn perbaikkan.
Tahap analisis dilakukan setelah tahap perencanaan system dan sebelum tahap desain system. Tahap ini merupakan tahap yang kritis karena kesalahan dalam tahap ini menyebabkan kesalahan pada tahap selanjutnya. Misalanya anda diharapkan pada seuatu masalah untuk menentukan seberapa jauh system tersebut telah mencapai sasarannya. Jika system mempunyai beberapa kelemahan, anda harus dapat menemukannya. Tugas ini yang disebut sebagai analisis system. Tugas utama dari proses analisis system meliputi.

PERANCANGAN SISTEM SECARA UMUM

Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan
gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru.
Analisis sistem dan desain sistem secara umum bergantung satu sama lain.
Studi menunjukkan bahwa apa yang dikumpulkan, dianalisis dan dimodelkan
selama fase analisis menyediakan dasar bagi desain sistem secara umum
untuk dibuat. Fase analisis sistem merupakan investigasi dan berorientasi ke
temuan.
Pada fase ini, profesional sistem harus sering membuat fitur yang baru atau
berbeda dari model dasar yang dibuat selama analisis sistem.
Kuncinya adalah dapatkan atau tuliskan semua ke dalam kertas tanpa
mencoba untuk memperbaiki desain sistem lebih awal. Aturannya adalah :
berinteraksi dengan user, periksa dengan anggota tim, periksa dengan
teknisi (pemrogram); desain ulang, periksa, periksa dan periksa kembali
tetapi jangan coba-coba untuk membangun detail yang lebih rendah atau
spec kecil selama fase ini. Semua ini akan dilakukan jika salah satu daridesain sistem secara umum sudah dipilih untuk implementasi.

EVALUASI SISTEM DAN SELEKSI

SDLC : salah satu dari metodologi pengembangan sistem.
SDLC (System Development Life Cycle) terdiri dari 6 (enam) fase :
1. Perencanaan sistem
2. Analisa sistem
3. Perancangan sistem secara umum (konseptual)
4. Evaluasi sistem dan seleksi
5. Perancangan sistem secara rinci (fungsional)
6. Implementasi sistem
Pada fase ke-4 (evaluasi sistem dan seleksi) merupakan proses dimana nilai
sistem, biaya dan keuntungan (cost & benefit) dibandingkan dan salah satu
dipilih untuk perancangan yang lebih rinci. Fase ini menjadi proses
pengoptimasian yang melihat apakah suatu sistem dapat dikerjakan dan juga
memenuhi permintaan user.
Keputusan untuk mengubah ke sistem baru sulit. Evaluasi sistem informasi dan
keputusan pemilihan bersumber dari :
ü Nilai sistem : diukur dengan TELOS (feasibility factor), PDM (strategic
factor) dan MURRE (design factor),
ü Analisa biaya & keuntungan : mengukur biaya, keuntungan yang tangible dan
intangible (masuk akal & tidak) dari sistem yang diusulkan.
Mengestimasikan nilai dari sebuah alternatif perancangan sistem yang umum
dengan menggunakan 3 faktor kategori kualitatif, yaitu :
ü TELOS : feasibility factors,
ü PDM : strategic factors,


PERANCANGAN SISTEM TERINCI

A. DESAIN OUTPUT
B. DESAIN INPUT
C. DESAIN PROSES
D. DESAIN DATABASE
E. DESAIN KONTROL
F. DESAIN JARINGAN

A. DESAIN OUTPUT
Tujuan : mengubah data ke informasi yang berkualitas dan dapat digunakan.
Tujuan akhirnya adalah untuk proses pengambilan keputusan.
Informasi yang berkualitas dan dapat digunakan meliputi hal2 berikut :
·  accessibility : easy- to-use interfaces
·  timeliness : dibuat sesuai waktu untuk melakukan aksi
·  relevance : menghindari detail yang berlebihan
·  accuracy : bebas dari kesalahan
·  usability : sesuai dengan model mental/ tipe kognitif user.
Desainer output harus menyediakan suatu produk terhadap klien (end user) yang
akan menggunakan report. Desainer harus bertanya kepada klien, format output
apa yang sangat membantu dan harus digunakan.
Report Untuk Level Manajemen
Report berhirarki
Report dibuat untuk masing2 level untuk menerima informasi yang sesuai
dengan permintaan khusus tanpa memberikan detail yang tidak relevan.
Para eksekutif akan melihat trend, tendensi dan pola. Mereka ingin mengetahui
apakah masing2 bagian sudah mencapai tujuan. Ada 2 macam report :
·  Filter report : report dibuat untuk memfilter elemen data yang sesuai dengan
permintaan. Biasanya difilter pada level atasan/ superior.
·  Responsibility report : report dibuat untuk melihat siapa yang

Implementasi Sistem
Model Implementasi

Suatu sistem yang dirancang secara buruk tampaknya tidak dapat dipakai. Pengguna berbagai kelompok umur dan pengalaman dengan komputer masa lalu mungkin memberikan dampak pada penggunaan sistem. Dukungan organisator harus mengacu pada tindakan yang membuat suatu sistem mudah untuk digunakan sebagai contoh, para pengguna yang sudah mau menggunakan sistem itu meningkatkan keinginannya untuk mengakses sistem; jika seorang pemakai harus meninggalkan kantor kemudian menemukan prekuensi pemakaian PC lebih jarang dibanding ketika PC itu ditempatkan prtama kali; suatu model menyatakan bahwa tingkat keguanaan paling tinggi memberikan kepuasan tingkat tinggi dan sebaliknya. Bila penggunaannya rendah maka kepuasannyapun rendah pula, tingkat kepuasan tinggi pada suatu sistem mungkin dapat dipakai untuk meningkatkan prekuensi penggunaan.
Implementasi Sistem
Model Implementasi
Suatu sistem yang dirancang secara buruk tampaknya tidak dapat dipakai. Pengguna berbagai kelompok umur dan pengalaman dengan komputer masa lalu mungkin memberikan dampak pada penggunaan sistem. Dukungan organisator harus mengacu pada tindakan yang membuat suatu sistem mudah untuk digunakan sebagai contoh, para pengguna yang sudah mau menggunakan sistem itu meningkatkan keinginannya untuk mengakses sistem; jika seorang pemakai harus meninggalkan kantor kemudian menemukan prekuensi pemakaian PC lebih jarang dibanding ketika PC itu ditempatkan prtama kali; suatu model menyatakan bahwa tingkat keguanaan paling tinggi memberikan kepuasan tingkat tinggi dan sebaliknya. Bila penggunaannya rendah maka kepuasannyapun rendah pula, tingkat kepuasan tinggi pada suatu sistem mungkin dapat dipakai untuk meningkatkan prekuensi penggunaan.

Pemeliharaan Sistem Informasi




Pemeliharaan dan dukungan teknis diperlukan setelah implementasi proyek komputerisasi skala besar untuk menjalani pengoperasian yang dipandu dengan baik dan kesinambungan sistem informasi di masa mendatang.
Proyek kami biasanya menyertakan periode 24 bulan pemeliharaan dan dukungan teknis selama kami menjalankan aktivitas untuk pemeliharaan preventif dan korektif dari sistem penempatan, termasuk hal berikut:
  • Tim yang berdedikasi
  • Pusat Layanan
  • Dukungan di tempat
  • Dukungan online
Program pemeliharaan preventif termasuk aktivitas berikut:
  • Server dan Pusat Pemrosesan Data
  • Jaringan
  • Administrasi keamanan
  • Lapisan basis data
  • Pemeliharaan aplikasi perangkat lunak


Kamis, 10 Januari 2013

SOFTWARE KOMPUTER AUDITING



Definisi Auditing
Merupakan sebuah proses sistematis yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki kompetensi dan bersikap independen,mengenai perolehan dan penilaian atas bukti secara obyektif,dilakukan dengan mengumpukan dan menilai atas bukti bukti informasi yang dapat dikualifikasikan dengan tujuan menentukan tingkat kesesuaian antara penyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan serta mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak yang berkepentingan.
Pelaksanaan audit ada dua yaitu:
a) Audit Konvensional: dilakukan pada perusahaan yang belum menggunakan system komputer
b) Audit PDE/EDP(Electronic data Processing) audit: dilaksanakan pada perusahaan yang unsure utama pengolahan datanya menggunakan system computer
Konsep Audit
Dalam pelaksanaan sebuah audit ,auditor termasuk dalam hal ini audit EDP harus memiliki perencanaan dalam melaksanakan proses audit,dimana semuanya terkait dengan verifikasi dan pengesahan yang bertujuan untuk membuktikan kevalidan transaksi transaksi yang digunakan
Rangkaian langkah pelaksanaan audit :
1. Penggunaan langkah langkah yang sistematis
Sistematis berarti bahwa langkah langkah yang disusun berdasarkan struktur yang logis,terkait dengan maksud dan tujuan dari langkah langkah tersebut.
2. Memperoleh bukti dan menilainya
Bukti bukti yang dimaksud adalah semua data informasi,keterangan baik berupa dokumen data maupun tata cara proses dan langkah proses yang terdapat dalam program computer.
3. Menilai Kesesuaian terhadap aturan
Dalam pemyelenggaraan kegiatan usaha,suatu badan usaha diwajibkan untuk memenuhi aturan aturan yang sudah ditetapkan,yakni mencakup aturan eksternal perusahaan,undang undang maupun ketetapan pemerintah lainnya.Pada pengolahan data berbantuan computer buti bukti juga harus didukung dengan pemeriksaan terhadap system computer yang dipakai,file data serta alur kerja yang tedapat dalam program.
4. Laporan Hasil Pemeriksaan
Hasil pemeriksaan teradap hal tertentu yang diaudit maka seorang auditor akan disampaikannya sebagai sebuah Laporan Hasil Audit.Pada pengolahan data berbasis computer laporan hasil Audit disertai dengan keterangan auditor mengenai pemeriksaannya terhadap system computer maupun system maupun program program yang diperiksanya.
5. Perencanaa Audit
Rencana pemeriksaan akan mempermudah dalam memeriksa langkah demi langkah dengan sistematis dan benar sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya pemeriksaan tanpa arah yang tidak efektif dan tidak efisien. Tujuan dari penetapan sasaran pemeriksaan adalah untuk mendapat informasi mengenai kewajiban hukum perusahaan maupun hal hal peting lainnya.
Referensi :Aspek Aspek EDP Audit pengendalian internet pada komputerisasi/Edi Purwono ;-Ed.I-Yogyakarta:Andi,
PERTANYAAN DAN JAWABAN
1. Q : Jelaskan definisi audit ?
A : Merupakan sebuah proses sistematis yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki kompetensi dan bersikap independen,mengenai perolehan dan penilaian atas bukti secara obyektif,dilakukan dengan mengumpukan dan menilai atas bukti bukti informasi berkenaan dengan tujuan menentukan tingkat kesesuaian antara penyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan serta mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak yang berkepentingan.
2. Q :Sebutkan kriteria kriteria sebuah kegiatan audit?
A :
• Merupakan proses yang sistematis & terencana untuk mengumpulkan dan menilai bukti bukti mengenai aktifitas ekonomi suatu badan usaha
• Dikerjakan oleh seseorang berkeahlian khusus dan bekerja secara independen
• Keahlian dana independensi tersebut digunakan untuk menilai, menentukan serta melaporkan tingkat kesesuaian antara aktifitas ekonomi yang diperiksa dengan criteria atau ketentuan yang berlaku
• Mengkomunikasikan hasil pemeriksaaan kepada pihak pihak yang berkepentingan
3. Q : Jelaskan konsep auditing?
A : Dalam pelaksanaan sebuah audit ,auditor termasuk dalam hal ini audit EDP harus memiliki perencanaan dalam melaksanakan proses audit,dimana semuanya terkait dengan verifikasi dan pengesahan yang bertujuan untuk membuktikan kevalidan transaksi transaksi yang digunakan
4. Q : Jelaskan tujuan pelaksanaan audit dalam sistem informasi?
A :
1.meningkatkan keamanan asset-aset perusahaan
2. meningkatkan integritas data
3. meningkatkan efektifitas system
4. meningkatkan efisiensi sistem
5. Q : Jelaskan perbedaan audit konvensional dan audit EDP(Electric Data Process)?
A : Perbedaan antara audit konvensional dan audit EDP terletak pada penggunaan unsur pengolahan datanya.pada audit EDP sistem pengolahan datanya menggunakan komputer,sedangkan pada audit EDP tidak
6. Q : Jelaskan perbedaan audit finansial dan audit operasional?
A : Audit finansial pelaporan hasil auditnya berupa pemberian opini,sedang operasional berupa saran saran perbaikan
7. Q : Sebutkan langkah langkah pelaksaan audit?
A :
• Membuat langkah langkah sistematis yang terstruktur dan terkait dengan maksud dan tujuan
• Memperoleh bukti dan menilainya
• Menilai kesesuaian barang bukti dengan kriteria atau aturan aturan yang berlaku
• Penyajian laporan audit
8. Q : Jelaskan hubungan antara audit dengan pengendalian internal?
A : Audit merupakan suatu upaya pengendalian internal yang dilakukan oleh sebuah instansi perusahaan dengan maksud kontrol terhadap sistem
9. Q : Jelaskan dampak perkembangan komputerisasi terhadap pelaksanaan audit?
A :
• Perkembangan computer yang sangat cepat
• Prosenya tidak dapat diikuti secara fisik
• Data tersimpan dalam bentuk dokumen fisik
10. Q : Jelaskan perbedaan audit konvensional dan audit EDP?
A :No Perbedaan Audit Konvensional dan Audit EDP
1 Bukti pemeriksaan Dokumen fisik,audit EDP Dokumen fisik dan penyimpanan data magnetik
2 Pencarian buktai transaksi Menggunakan metode audit trail,EDP Menggunakan program pencarian dan pemeriksaan
3 Pengolahan Data Kesalahan pada pengolahan data manual tidak bisa tetap kesalahannya ,mengingat pengolahan data secara manual pada audit EDP Petugas dapat berbuat kesalahan secara tidak tertentu tahapnya apabila kesalahan ,maka akan terjadi kesalahan yang sama berulang ulang selama kesalahan program belum dibenahi tu tahapnya,sehingga
4 Faktor Kesalahan dalam pegolahan data Ada kemungkinan kesalahan tidak terjadi lagi pada tahap berikutnya audit EDP Jika data yang dipakai salah maka semua laporannya juga salah,tetapi tidsk dapat dilihat secara langsung melalui laporan keuangan yang dihasilkan
No Perbedaan Audit Konvensional Audit EDP
1 Bukti pemeriksaan.Audit konvensional Dokumen fisik Dokumen fisik dan penyimpanan data magnetik
2 Prencarian buktai transaksi Menggunakan metode audit trail Menggunakan program pencarian dan pemeriksaan
3 Pengolahan Data Kesalahan pada pengolahan data manual tidak bisa tetap kesalahannya ,mengingat pengolahan data secara manual audit EDP jika Petugas berbuat kesalahan secara tidak tertentu tahapnya ,maka akan terjadi kesalahan yang sama berulang ulang selama kesalahan program belum dibenahi tu tahapnya,sehingga
4 Faktor Kesalahan dalam pegolahan data Ada kemungkinan kesalahan tidak terjadi lagi pada tahap berikutnya, audit EDP Jika data yang dipakai salah maka semua laporannya juga salah,tetapi tidsk dapat dilihat secara langsung melalui laporan keuangan yang dihasilkan
Audit:
 pengujian yang dilaksanakan untuk menilai dan mengevaluasi suatu aktivitas atau obyek.
Tipe Auditor:
u Auditor internal
u Auditor eksternal
u Auditor pemerintah
Tipe audit:
u audit operasional
u audit kepatuhan (compliance)
u audit pengendalian perubahan dan proyek manajemen
u audit pengendalian internal
u audit finansial
u audit kecurangan
u Perencanaan audit awal
u Menetapkan ruang lingkup dan tujuan, mencari informasi ttg industri perusahaan, mempelajari kertas kerja tahun sebelumnya, menyiapkan audit program awal, melaksanakan prosedur analitis awal.
u Prosedur analitis: suatu tes untuk menguji hubungan antara data finansial dan non finansial dan untuk memeriksa ada tidaknya inkonsistensi yang material.
Tinjauan awal dan penilaian SPI
u Review, dokumentasi dan penilaian SPI (lima komponen SPI)
u Penilaian dan penetapan tingkat resiko pengen-dalian.
Pengujian terhadap pengendalian
u Melaksanakan uji pengendalian
u Evaluasi temuan
u Penilaian akhir resiko pengendalian
u Mengembangkan program audit
u Program audit: daftar mengenai prosedur yang diperlukan dalam melaksanakan audit untuk mencapai tujuan audit.
Substantif tes
u Memilih dan melaksanakan uji substantif
u Evaluasi uji substantif
Dokumentasi hasil audit
u Membuat laporan audit: mengungkapkan opini
Laporan mengenai kondisi perusahaan: mengungkapkan kekurangan / kelemahan SPI perusahaan
Teknik dan Pendekatan audit berbasis komputer
Audit disekitar komputer (Audit arround the computer)
u Asumsi: Output benar2 hasil dari proses input, sehingga proses komputer berjalan dengan benar
u Kondisi:
u Telusuran audit lengkap dan tampak
u Operasional proses tidak kompleks dan sedikit
u Dokumentasi lengkap, seperti diagram alir-data, flowchart sistem tersedia.
Audit melalui komputer (Audit through the computer)
u Diterapkan pada sistem pemrosesan yang kompleks dan on-line
Audit dengan komputer (Audit with the computer)
u Penggunaan software audit: GAS

Selasa, 25 Desember 2012

Akuntansi Keuangan Pada Perusahaan Industri


Akuntansi biaya yang terjadi di perusahaan industri tidak terlepas dari akuntansi perusahaan dagang, karena perusahaan industri pada dasarnya adalah perusahaan dagang, jadi untuk mempelajari akuntansi perusahaan industi sebagai pengetahuan dasar harus memahami terlebih dahulu akuntansi perusahaan dagang. Dari segi siklus akuntansi sendiri tidak jauh berbeda antara ketiga jenis perusahaan (jasa, dagang, dan industri). apabila digambarkan dengan diagram maka siklus akuntansi akan tampak seperti dibawah ini :


Apapun bentuk perusahaan, siklus akuntansi yang digunakan adalah seperti yang tampak pada diagram diatas. Untuk memahami siklus ini maka sebelumnya harus mempelajari Akuntansi Dasar / Principles Accounting, sehingga anda membaca blog ini dengan asumsi sudah memahami siklus akuntansi secara umum.

Kamis, 08 November 2012

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

1. Hal 48 no 25
Beberapa orang berpendapat bahwa akuntansi seharusnya memusatkan perhatian hanya pada laporan keuangan dan memberikan urusan desain serta persiapan laporan manajerial pada spesialis informasi    Apa sajakah kelebihan dan kelemahan pendapat ini ? ,
 Kelebihan      :hubung pihak yang akan menggunakan laporan keuangan tersebut sangat banyak, dan untuk berbagai kepentingan, maka dalam menyusun laporan keuangan tersebut perlu diatur dengan suatu patokan-patokan yang baku dan mengikat, agar laporan keuangan yang dibuat oleh manajemen tidak terlalu banyak variasi. Akuntansi manajerial, adalah akuntansi yang semata-mata mengabdi untuk kepentingan manajemen, sehingga tidak perlu ada patokan-patokan yang mengikat dalam menyajikan dan menerbitkannya.
Standar Akuntansi Keuangan dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
1. standar akuntansi keuangan untuk kegiatan yang mencari laba,
2. kegiatan yang tidak mencari laba yaitu kegiatan sosial yang dilakukan oleh yayasan, perkumpulan.
3. kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah.
 Kelemahan     :akuntan tidak hanya memusatkan perhatian pada laporan keuangan,tapi ia juga harus mampu menimbangi dan berkerjasama dengan spesialis Sistem Informasi membuat desain tentang laporan managerial karena ia harus mempertanggung jawabkan atas laporan keuangan yang telah dibuat kepada manager keuangan yang menganalisis laporan tersebut.
 
 Sejauh laporan keuangan suatu perusahaan tersebut masih berjalan dan seorang akuntan tersebut masih dibutuhkan. Karena bila akuntan tersebut tidak bertanggung jawab atas tugasnya, maka keuangan pada suatu perusahaan tersebut akan hancur dan akan terjadi ancaman kerugian bahkan perusahaan tersebut akan bangkrut.maka akan berdampak parah bukan hanya untuk perusahaan itu sendri,tetapi untuk banyak orang.untuk para pegawai dan semua jajaran yang terdapat di perusahan tersebut.
 sejauh manakah akuntan terlibat dalam pembuatan laporan yang melibatkan berbagai hal di luar ukuran keuangan,yang dipergunakan untuk mengukur kinerja? Mengapa demikian ?
 Akuntansi keuangan berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi untuk suatu perusahaan atau organisasi dan penyusunan berbagai laporan berkala dari hasil pencatatan tersebut. Laporan ini disusun untuk kepentingan umum dan biasanya digunakan pemilik perusahaan untuk menilai prestasi manajer atau dipakai manajer sebagai pertanggungjawaban keuangan terhadap para pemegang saham. Hal yang tidak kalah penting adalah adanya Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan aturan-aturan yang harus digunakan didalam pengukuran dan penyajian laporan keuangan untuk kepentingan eksternal. Dengan demikian, diharapkan pemakai dan penyusun laporan keuangan dapat berkomunikasi melalui laporan keuangan ini, sebab mereka menggunakan acuan yang sama yaitu SAK.
  2. Hal 53, no 2.8
Des2.kripsikan beberapa informasi yang dapat disediakan oleh SIA yang didesain dengan baik untuk perusahaan ini, dan jika SIA tersebut disediakan tepat waktu, akan dapat menghindari beberapa masalah diatas !
 A. LATAR BELAKANG MASALAH.Shauna Washington yang mencoba peruntungan pada bidang penjualan menggantungkan nasibnya pada perlengkapan seni yang dimilikinya dan melakukan home schooling atau private. Seiring berjalannya waktu, usaha yang digeluti Shauna berjalan lancar bahkan meningkat 3kali lipat pada periode 5 tahun pertama. Akan tetapi, laba yang diperoleh oleh Shauna tidak meningkat seperti penjualannya. Sebagai uang tambahan, Shauna meminjam uang dalam jumlah besar untuk membangun sebuah gudang. Biaya persediaan dan operasional yang digunakan untuk gedung tersebut lebih tinggi dari perkiraanya. Tagihan bulanan atas peminjamannya terus memberatkan perusahaannya. Kemudian masalah tersebut menimbulkan masalah baru, yaitu Arus kas yang sangat berat. Apabila perusahaan tidak melakukan tindakan dengan cepat maka perusahaan akan dengan sangat terpaksa harus mengumumkan kebangkrutannya. 

B. PERUMUSAN MASALAHSeperti yang telah diuraikan pada latar belakang masalah, maka permasalahan kasus ini adalah “Bagaimana cara Sistem Informasi Akutansi mengatasi masalah diatas?”

C. TUJUAN PENELITIANSeperti yang telah dikatakan pada rumusan masalah, tujuan ini adalah untuk memecahkan masalah yang timbul akibat ketidak seimbangan antara penjualan dan laba. 
D. PEMECAHAN MASALAHSolusi dari kasus diatas adalah dengan membuat perumusan yang terjadi dari kurun waktu awal hingga terjadinya ketidak seimbangan tersebut.Maka pada langkah awal adalah dengan membuat jurnal untuk menentukan penjualan dan pemasuka, setelah jurnal dibuat kita bisa menentukan apakah pada saat transaksi terjasi kita mengalami keuntungan atau bahkan kerugian.Pada kasus ini Shauna tidak memperkirakan berapa biaya pengeluaran yang digunakan untuk melakukan penjualan dan berapa keuntungan yang didaat setelah melakukan penjualan, ternyata hasil yang didapat tidak sesuai dengan nilai yang keluar (pengeluaran lebih banyak dibanding pemasukan).
 E. KESIMPULANGaris besar yang harus dicermati pada kasus ini adalah tidak bisa memperkirakan keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran, sehingga dia mendapatkan masalah hutang dan mengalami kmacetan arus kas yang sangat berat.